BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
METHOD:PUBLISH
CALSCALE:GREGORIAN
PRODID:-//WordPress - MECv7.32.0//EN
X-ORIGINAL-URL:https://howtobali.com/id//
X-WR-CALNAME:Best of Bali
X-WR-CALDESC:Direktori Bisnis
X-WR-TIMEZONE:UTC
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:UTC
X-LIC-LOCATION:UTC
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0000
TZOFFSETTO:+0000
TZNAME:UTC
DTSTART:20260517T021214
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
X-MS-OLK-FORCEINSPECTOROPEN:TRUE
BEGIN:VEVENT
CLASS:PUBLIC
UID:MEC-e2459ae2cf7921589685a6835ec08a7c@howtobali.com
DTSTART;TZID=UTC:20260627T000000
DTEND;TZID=UTC:20260628T000000
DTSTAMP:20251002T184553Z
CREATED:20251002
LAST-MODIFIED:20260513
PRIORITY:5
SEQUENCE:4
TRANSP:OPAQUE
SUMMARY:Mekotek
DESCRIPTION:Mekotek adalah salah satu upacara paling mencolok secara visual di Bali — dan hampir tidak ada yang mendengarnya di luar Munggu. Upacara ini berlangsung setiap Kuningan, yang jatuh setiap 210 hari dalam kalender Pawukon Bali. Pelaksanaan berikutnya adalah 27 Juni 2026.\nRitual ini berlangsung secara eksklusif di Desa Munggu, sebuah desa di Mengwi, Badung — bukan di seluruh pulau, bukan di Ubud, bukan di pura mana pun yang sudah pernah Anda kunjungi. Jika ingin menyaksikannya, Anda harus datang ke Munggu.\n\nApa yang Terjadi\nUpacara ini juga disebut Ngerebek, nama yang berasal dari kata gerebek — menyerbu, menyapu. Itulah tepatnya seperti apa tampilannya. Para pria dan pemuda desa membentuk piramida manusia, bersusun di atas bahu satu sama lain sambil mengacungkan tongkat bambu panjang yang disebut ung-ungan. Formasi-formasi ini bergerak melewati desa dalam prosesi yang penuh semangat, dengan peserta yang mencapai ketinggian beberapa orang.\nTujuannya adalah penyucian. Mekotek adalah ritual niskala — upacara yang berhubungan dengan dunia tak kasat mata. Desa melakukannya untuk mengusir roh jahat, penyakit, dan kesialan. Drama fisik dari tongkat bambu dan menara manusia adalah permukaan yang terlihat dari sesuatu yang dianggap serius oleh Munggu sebagai perlindungan komunal.\n\nSejarah\nTradisi ini dikatakan berasal dari era Majapahit, menempatkan asal-usulnya sekitar abad ke-14 atau ke-15. Komunitas Munggu telah mempertahankannya secara berkelanjutan melalui siklus Pawukon 210 hari sejak saat itu — melalui masa kolonial, kemerdekaan, gejolak tahun 1965, dan era pariwisata. Ini adalah tradisi yang telah melampaui banyak hal.\nCatatan lokal menyebutkan bahwa ritual ini dibawa ke daerah ini oleh para prajurit yang kembali dari kampanye militer Majapahit, yang menggunakan formasi tongkat bambu sebagai teknik perang. Selama berabad-abad, ritual ini diserap ke dalam kalender spiritual desa dan menjadi seperti sekarang: bukan lagi gerakan militer, melainkan upacara kekuatan kolektif dan perlindungan.\nUntuk Pengunjung\nMekotek menarik fotografer dan peneliti khususnya karena langka, spesifik, dan luar biasa secara visual. Pengunjung dipersilakan. Tidak ada tiket, tidak ada panggung, tidak ada infrastruktur wisata — Anda berdiri bersama warga desa dan menyaksikannya terjadi.\nMunggu berjarak sekitar 20 menit ke barat laut Seminyak, mudah dijangkau dengan skuter atau mobil sewaan. Upacara ini berlangsung pada hari Kuningan — datanglah di pagi hari dan tetaplah hingga sore.\nPelaksanaan berikutnya: 27 Juni 2026. Tanggal ini mengikuti kalender Pawukon Bali dan akan berulang lagi 210 hari kemudian.\n
URL:https://howtobali.com/id/acara/mekotek/
ORGANIZER;CN=BUMDA Desa Munggu:MAILTO:
CATEGORIES:Culture &amp; Community
LOCATION:Desa Munggu, Mengwi
ATTACH;FMTTYPE=image/webp:https://howtobali.com/wp-content/uploads/2025/10/mekotek-tradisi.webp
END:VEVENT
END:VCALENDAR
