BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
METHOD:PUBLISH
CALSCALE:GREGORIAN
PRODID:-//WordPress - MECv7.32.0//EN
X-ORIGINAL-URL:https://howtobali.com/id//
X-WR-CALNAME:Best of Bali
X-WR-CALDESC:Direktori Bisnis
X-WR-TIMEZONE:UTC
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:UTC
X-LIC-LOCATION:UTC
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0000
TZOFFSETTO:+0000
TZNAME:UTC
DTSTART:20260606T125007
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
X-MS-OLK-FORCEINSPECTOROPEN:TRUE
BEGIN:VEVENT
CLASS:PUBLIC
UID:MEC-fc3dee15d074d783730c00430d839765@howtobali.com
DTSTART;TZID=UTC:20261010T080000
DTEND;TZID=UTC:20261012T180000
DTSTAMP:20260416T011529Z
CREATED:20260416
LAST-MODIFIED:20260531
PRIORITY:5
SEQUENCE:1
TRANSP:OPAQUE
SUMMARY:Festival Gebug Seraya
DESCRIPTION:\nGebug Seraya adalah salah satu ritual tradisional paling dramatik dan jarang terlihat di Bali — festival ritual memohon hujan dari Desa Seraya di Karangasem, Bali timur, di mana dua pria bertarung menggunakan tongkat dan perisai rotan dalam ritual yang dirancang untuk memohon hujan kepada para dewa. Kata “gebug” berarti memukul atau menyerang, dan pertarungan ini bukan sekadar olahraga melainkan sakral — tumpahnya darah selama duel dipercaya dapat menenangkan para dewa dan mendatangkan hujan yang dibutuhkan untuk panen.\n\n\n\nPara petarung, yang dipilih dari masyarakat, menggunakan perlindungan minimal dan memakai perisai rotan (perisai) bersama gebug (tongkat rotan). Ansambel gamelan tradisional mengiringi seluruh jalannya acara, sementara para pemangku melakukan doa dan persembahan. Luka adalah hal yang umum namun diterima sebagai bagian dari keampuhan ritual — semakin banyak darah yang mengalir, semakin kuat doanya. Festival ini sangat berkaitan dengan kalender pertanian dan dilakukan ketika masyarakat membutuhkan intervensi ilahi untuk mendatangkan hujan.\n\n\n\nGebug Seraya tetap menjadi salah satu acara ritual paling autentik dan paling jarang dikunjungi wisatawan di Bali. Ritual ini digelar di Desa Seraya, komunitas pesisir terpencil di ujung timur Bali di bawah kaki Gunung Agung. Intensitas mentah dari acara ini dan tujuan spiritualnya yang sungguh-sungguh menjadikannya pengalaman yang sangat berbeda dari pertunjukan budaya yang dipentaskan di pusat wisata — inilah kehidupan ritual Bali dalam bentuknya yang paling asli.\n\n\n\nFestival Gebug Seraya diselenggarakan setiap tahun pada bulan Oktober di Desa Seraya, Karangasem — biasanya berlangsung selama tiga hari. Akses memerlukan perjalanan darat ke ujung timur Bali — sekitar 1,5–2 jam dari Ubud, 2,5 jam dari Seminyak. Pengamatan dengan penuh hormat umumnya disambut baik; tanyakan kepada warga setempat tentang perilaku yang sesuai dan periksa kondisi akses terkini sebelum melakukan perjalanan.\n\n\n\n← Bali Vibes ( https://howtobali.com/bali-vibes/ ) / ← Indonesian Food ( https://howtobali.com/indonesian-food/ )\n
URL:https://howtobali.com/id/acara/festival-gebug-seraya/
CATEGORIES:Culture &amp; Community
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://howtobali.com/wp-content/uploads/2026/04/gebug-seraya-2026.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR
