BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
METHOD:PUBLISH
CALSCALE:GREGORIAN
PRODID:-//WordPress - MECv7.32.0//EN
X-ORIGINAL-URL:https://howtobali.com/id//
X-WR-CALNAME:Best of Bali
X-WR-CALDESC:Direktori Bisnis
X-WR-TIMEZONE:UTC
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:UTC
X-LIC-LOCATION:UTC
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0000
TZOFFSETTO:+0000
TZNAME:UTC
DTSTART:20260624T092901
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
X-MS-OLK-FORCEINSPECTOROPEN:TRUE
BEGIN:VEVENT
CLASS:PUBLIC
UID:MEC-f2876df2ad8d7e06cf5e558f74049bdd@howtobali.com
DTSTART;TZID=UTC:20261010T080000
DTEND;TZID=UTC:20261012T180000
DTSTAMP:20260621T135735Z
CREATED:20260621
LAST-MODIFIED:20260622
PRIORITY:5
SEQUENCE:1
TRANSP:OPAQUE
SUMMARY:Festival Budaya Desa Seraya
DESCRIPTION:\nFestival Budaya Desa Seraya berpusat pada tradisi Gebug Ende — ritual pemanggil hujan yang hanya ada di satu tempat di Bali. Diadakan di Desa Seraya, Karangasem, ritual ini mempertemukan dua lelaki dalam duel menggunakan tongkat rotan dan perisai kulit. Dipercaya bahwa darah yang mengalir dari pertarungan merupakan persembahan kepada langit agar hujan turun ke tanah yang kering.\n\n\n\nPara peserta mengenakan udeng merah dan kain poleng hitam-putih — simbol keseimbangan spiritual dalam kosmologi Bali. Festival ini mengikuti kalender lunar Bali dan digelar pada sasih kapat (bulan keempat), sekitar Oktober, saat dataran tinggi Seraya paling membutuhkan hujan.\n\n\n\nSelain pertarungan, festival ini juga mencakup prosesi desa, doa leluhur, dan persembahan di pura-pura yang berakar dari Kerajaan Karangasem. Ini adalah salah satu tradisi paling langka di Bali Timur — jauh dari jalur wisata, lahir dari budaya pegunungan yang hampir tidak berubah selama berabad-abad.\n\n\n\nLokasi: Desa Seraya, Karangasem, Bali TimurTanggal: 10–12 Oktober 2026\n
URL:https://howtobali.com/id/acara/festival-budaya-desa-seraya/
ATTACH;FMTTYPE=image/jpeg:https://howtobali.com/wp-content/uploads/2026/06/seraya-culture-festival-1.jpg
END:VEVENT
END:VCALENDAR
