Upacara Ngelegi (Manis Galungan)
Upacara Ngelegi (Manis Galungan)
Manis Galungan — hari setelah Galungan — dirayakan di seluruh Bali dengan kunjungan ke pura, pertemuan keluarga, dan persembahan ritual. Di Pura Rambut Petung, yang dipersembahkan kepada Batara Sangkara (Batara Gede Lingsir Rambut Petung), pujawali diselenggarakan setiap Manis Galungan, mengumpulkan lebih dari 500 keluarga pendukung untuk doa bersama dan persembahan ritual.
Upacara ini menandai akhir dari periode persiapan Galungan selama sepuluh hari, sekaligus memperingati kembalinya roh-roh leluhur yang turun ke bumi pada hari Galungan. Manis Galungan adalah waktu untuk bersyukur dan bergembira — kata “manis” mencerminkan suasana suka cita hari itu. Di Pura Rambut Petung, momen sakral ini dirayakan dengan upacara adat Bali, gamelan, dan rangkaian sesajen.
Pura Rambut Petung juga merupakan sumber tirtha (air suci) penting bagi desa-desa sekitarnya, termasuk Desa Tenganan, menjadikan pura dan upacara-upacaranya sangat bermakna dalam kehidupan keagamaan masyarakat setempat. Siklus Galungan terjadi setiap 210 hari dalam kalender Pawukon Bali, artinya upacara ini berlangsung dua kali dalam setahun menurut kalender Masehi.