Tumpek Uduh 2026
Tumpek Uduh 2026
Tumpek Uduh adalah salah satu upacara Bali yang paling indah dan penuh makna — sebuah hari yang didedikasikan untuk menghormati tanaman, pohon, dan tanaman pangan yang menopang kehidupan masyarakat Bali. Jatuh setiap 210 hari sekali dalam kalender Pawukon, upacara ini dipersembahkan kepada Dewa Sangkara, dewa kesuburan tumbuhan dan vegetasi, dan berlangsung tahun ini pada tanggal 23 Mei 2026 di seluruh penjuru Bali.
Pada hari ini, keluarga-keluarga mengunjungi pohon dan tanaman di lahan mereka dengan membawa persembahan berupa buah-buahan, bunga, dan bubur beras — campuran bubuh (bubur beras), kelapa, dan gula merah yang manis — sebagai simbol rasa syukur dan berkah. Memotong pohon, memetik buah, dan panen dihindari sepenuhnya sebagai bentuk penghormatan kepada alam yang hidup.
Upacara ini berakar pada filosofi Tri Hita Karana — prinsip keseimbangan Bali yang mengatur keselarasan antara manusia, Tuhan, dan alam. Tumpek Uduh adalah momen dalam kalender upacara ketika hubungan dengan alam semesta dibawa ke garis depan — bukan sebagai abstraksi, melainkan sebagai ritual, kehadiran, dan persembahan nyata.
Dikenal juga sebagai Tumpek Wariga, Tumpek Pengatag, dan Tumpek Bubuh, upacara ini berlangsung tepat 25 hari sebelum Galungan, menandai datangnya periode kesakralan spiritual yang tinggi di seluruh pulau.
Bagi para wisatawan, Tumpek Uduh adalah salah satu hari upacara Bali yang paling mudah untuk disaksikan — tidak ada prosesi besar yang perlu dinavigasi, tidak ada area yang dibatasi. Upacara ini berlangsung dengan tenang di pekarangan rumah, kebun, dan sawah di seluruh pulau. Jika Anda berada di Bali pada 23 Mei, perhatikan persembahan kecil yang diletakkan di bawah pepohonan. Berpakaianlah dengan sopan jika berada di dekat pura, dan ikuti petunjuk warga lokal jika diajak untuk menyaksikan upacara.