Lukat Geni
Lukat Geni
Lukat Geni adalah upacara penyucian tradisional Bali yang dilaksanakan setiap tahun pada malam Pengerupukan — sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Di Mrajan Agung Puri Satria Kawan, pura leluhur agung Puri Satria Kawan, para krama puri dan warga sekitar berkumpul untuk mengikuti ritual api kuno ini.
“Lukat” berarti penyucian dan pembersihan dari segala kotoran, sementara “Geni” mengacu pada api — unsur suci yang dipercaya mampu mengusir energi negatif dan memulihkan keseimbangan spiritual. Dalam upacara ini, peserta dibagi menjadi dua kelompok yang saling berhadapan dan memukul punggung satu sama lain menggunakan bara api dari daun kelapa kering (danyuh). Sebanyak 36 helai daun kelapa kering digunakan dalam ritual ini, masing-masing mengandung makna simbolis.
Upacara ini memenuhi salah satu tujuan spiritual inti Pengerupukan: menyeimbangkan Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (diri manusia). Dilaksanakan menjelang Nyepi — ketika Bali memasuki keheningan total selama 24 jam — Lukat Geni merupakan tindakan penyucian bersama terakhir sebelum pulau ini memasuki hari perenungan dan pembaruan diri.
Karena upacara ini hanya berlangsung setahun sekali, Lukat Geni menarik perhatian umat Hindu maupun wisatawan, menawarkan jendela langka ke dalam tradisi spiritual puri Bali yang masih hidup.
Informasi praktis: Upacara berlangsung pada sore hingga malam hari. Pengunjung dipersilakan menyaksikan dengan penuh hormat. Berpakaian sopan — kain dan selendang sangat dianjurkan. Lokasi: Mrajan Agung Puri Satria Kawan, Desa Kawan, Klungkung.
Catatan: Tanggal 2027 didasarkan pada kalender Saka Bali tradisional (Tilem Kasanga, Saka 1949). Waktu pasti akan dikonfirmasi mendekati hari pelaksanaan. Upacara biasanya jatuh pada Pengerupukan, malam menjelang Nyepi.